Autobase 2.11 menandai penyelesaian roadmap mengubah konsol dari antarmuka penyebaran PostgreSQL menjadi platform pengelolaan siklus hidup kluster penuh. Fitur utama meliputi penskalaan replika baca langsung dari UI, dukungan upgrade minor dengan downtime tulis ~5‑10 detik dan upgrade major in-place ~30‑60 detik, serta manajemen backup dan point‑in‑time recovery (PITR) terintegrasi. Pengguna dapat mengonfigurasi metode backup, penyimpanan, retensi, jadwal, atau membuat backup on‑demand, dan memulihkan ke titik waktu terbaru, tanggal tertentu, atau backup spesifik. Empat playbook Ansible baru (enable_backups, backup_pgcluster, backup_list, restore_pgcluster) mempermudah operasi backup dan recovery pada kluster yang sudah ada. Autobase tetap mendukung penyebaran di bare‑metal, VM, on‑premise, dan penyedia cloud terpilih.
== Relevansi untuk bisnis Anda ==
Bagi klien Pramadya yang mengelola beban kerja PostgreSQL skala produksi, Autobase 2.11 menawarkan pengendalian terpusat tanpa bergantung pada layanan DBaaS eksternal. Kemampuan penskalaan replika dan upgrade berkelanjutan mengurangi risiko downtime saat pertumbuhan data atau pemutakhiran versi. Fitur backup dan PITR terintegrasi memenuhi kebutuhan kepatuhan dan pemulihan bencana, sementara playbook Ansible baru mempercepat otomatisasi operasional. Pramadya dapat membantu merancang, menerapkan, dan mengelola platform ini sebagai bagian dari integrasi sistem basis data perusahaan, memastikan ketersediaan tinggi dan efisiensi biaya infrastruktur.
Sumber: PostgreSQL News